LPDPBeasiswa LPDP memang terobosan yang patut diacungi 4 jempol dari pemerintah RI dalam memajukan  sumber daya manusia Indonesia terutama dari sektor pendidikan. Saya pun jadi ikut tertarik mencoba peruntungan di beasiswa ini, hehe. Awal April saya sudah mulai buka-buka web dan cari-cari informasi tentang beasiswa ini. Jika teman-teman juga berminat silakan kunjungi laman resminya di sini : lpdp.depkeu.go.id 

Karena dibuka sepanjang tahun maka tidak perlu ditanya kapan deadline beasiswa ini ya. Yang perlu diketahui ialah kapan berkas di web akan ditarik untuk proses seleksi berkas. Saya ikut periode wawancara 17-18 Juni kemarin, sementara penarikan berkas di web, kalau tidak salah, sekitar tanggal 19 Mei lalu. Jadi berkas yang di-submit setelah tanggal itu akan secara otomatis diikutkan pada seleksi berkas periode selanjutnya. Jika ingin tanggal yang lebih pasti silakan tanya admin akun Twitter LPDP @LPDP_RI. Biasanya mereka akan dengan senang hati memberitahu kapan batas pemberkasan untuk tiap periodenya.

Setelah submit pendaftaran di web maka tinggal tunggu saja hasil seleksi berkas yang akan diberitahuan via e-mail dari panitia. Sore hari, tanggal 26 Mei 2014, saya dapet SMS dari LPDP yang intinya mengatakan pengumuman hasil seleksi berkas sudah dikirimkan ke e-mail masing-masing, tapi SMS itu dikirimkan kepada semua pelamar baik yang lolos maupun yang tidak lolos. Langsung saja saya cek kotak masuk e-mail tapi tidak ada satu e-mail baru yang masuk. “Wah kali ini mungkin memang belum lolos”. Malamnya saya tak sengaja buka e-mail lagi dan ternyata ada satu kiriman e-mail dari LPDP. Saya buka badan e-mailnya. Ternyata isinya jadwal wawancara dan kelengkapan berkas yang mesti dibawa. Lagi-lagi, e-mail tersebut dikirim kepada semua pelamar baik yang lolos maupun yang tidak lolos. Jadi, jangan langsung lompat-lompat kesenengan dulu, tapi cek lampirannya. Saya langsung unduh lampiran dan cek nama pelamar yang lolos seleksi administrasi periode 20 Maret-19 Mei 2014 …..M.. Alhamdulillah ada nama saya Mohammad Fadhillah. Dalam lampiran tersebut ditetapkan sebanyak : Magister Dalam Negeri 361 orang, Magister Luar Negeri 618 orang, Doktor Dalam Negeri 40 orang, Doktor Luar Negeri 84 orang. Itu hasil seleksi administrasi yang akan dipanggil wawancara satu-satu. Buannyyaaakkk banget. Itu satu periode lho. Akhirnya di pengumuman beriktnya, Saya dapet jadwal wawancara tanggal 17-18 Juni di Jakarta, tapi tempatnya belum ditentukan.

Sambil nunggu hari H seleksi wawancara, persiapan saya cuma nanya-nanya temen sekelas yang sudah lulus seleksi wawancara Magister DN periode sebelumnya. Selain itu paling persiapan pertanyaan-pertanyaan biasa yang ditanyakan di wawancara. Tempat Wawancara akhirnya diberitahu tanggal 13 Juni via e-mail, dan saya dapet tempat di UNJ Rawamangun, tepatnya di Aula Perpustakaan Lt. 1. Karena mulai pukul 8 pagi maka tidak mungkin saya nekat hari H berangkat pagi-pagi dari Bogor. Akhirnya, strateginya adalah saya berangkat tanggal 16 Juni untuk tes tertulis Monbukagakusho di UI Depok, setelah itu baru ke UNJ. Kebetulan ada kawan dari Belitung yang ngekos di sekitar kampus UNJ. Alhamdulillah rasanya seakan dimudahkan. Yang paling penting hari tes Beasiswa itu nggak bentrok, jadi tetap bisa ikut dua-duanya.

Setelah selesai urusan di UI Depok, saya ambil KRL ke Manggarai dan kemudian keluar Stasiun ambil kiri sampai nemu Halte Busway. Ini murni intuisi karena saya belum pernah kesitu sebelumnya. Untungnya bener. Saya ambil Busway ke kampus UNJ dan langsung minta jemput teman. Kosannya tepat di depan kampus UNJ jadi enak banget, sudah bisa santai datengnya.

Tanggal 17 Juni, saya sudah ada di lokasi, Aula Perpustakaan Lt. 1, sebelum pukul 8 pagi. Ternyata disitu sudah rame banget karena peserta yang terjadwal wawancara har itu ada 200an orang. Sebagian besar peserta terlihat lebih senior dari saya, hihi. Karena saya bukan tipikal orang yang supel dan cepat bisa bergaul di lingkungan baru jadi cuma kenalan-kenalan biasa aja ke orang yang duduk di samping. Pagi itu kami diperlihatkan video dokumentasi Program Kepemimpinan LPDP Angkatan sebelumnya. Wahhh, kereeen banget. Pengen juga rasanya. Ada ekspresi ketawa, senyum, nangis, ngantuk, ketiduran dan lainnya. Tidak lama acara dibuka secara resmi, dan ada sambutan sekaligus pembukaan oleh Bapak Abdul Kahar (Dir. Dana dan Kegiatan Pendidikan, LPDP). Beliau menjelaskan apa itu LPDP, bagaimana mekasime pendanaan LPDP, apa perbedaan LPDP dengan Kementerian Lembaga, dan sedikit tentang seleksi wawancara. Satu yang penting adalah LPDP sangat mengapresiasi kemauan anak bangsa untuk belajar dan menuntut ilmu yang berkualitas dari tempat-tempat terbaik untuk nanti membangun Indonesia bersama. Dan, “Semua yang hadir saat ini (peserta lain) bukanlah pesaing/rival Anda, tapi rival Anda adalah Anda sendiri. Jika memang semua memiliki kualifikasi yang dirasa cukup untuk melanjutkan sekolah, semuanya akan lolos“. Jadi dalam beasiswa ini, pesaing terbesar adalah persiapan dan kesiapan diri kita sendiri.

Hari itu sebenarnya cuma verifikasi berkas (menunjukkan berkas Asli ke panitia). Wawancara dan Leaderless Group Discussion (LGD) saya baru besok pukul 8 dan pukul 1 siang. Tapi, karena diverifikasi satu-satu dan tidak boleh besok, harus hari itu juga maka semuanya harus tetap di tempat buat nunggu dipanggil verifikasi berkas. Saya aja baru kebagian jam 2 siang, padahal dari jam 9 sudah nunggu. Ya begitu deh. Bete juga lama-lama nunggu. Duduk, diri, jalan, main HP, ngobrol. Untungnya ada temen satu kampus yang juga daftar.

LGD itu seperti diskusi yang tidak terpimpin jadi tergantung bagaimana orang-orang dalam kelompok itu mengaturnya. Waktu yang diberikan sekitar 20 menit. Ada topik yang didiskusikan seperti : Subsidi BBM, Pendidikan Usia Dini dan Pelecehan seksual (Kasus JIS), Semua harus naik kelas (kurikulum 2013). Topik saya yang ke-3. Jangan khawatir, sebelum berdiskusi disediakan bahan bacaan dan pertanyaan yang harus didiskusikan. Ada dua orang pemerhati yang tidak akan mengintervensi apapun. Mereka hanya memerhatikan dan menilai. Ada yang bilang penilaiannya per kelompok. Saya juga kurang tahu.

Sekitar pukul 12 saya dipanggil untuk wawancara ke Meja no.9. Saya langsung saja menuju lokasi, ada 3 orang pewawancara 2 Bapak-bapak, dan 1 ibu-ibu (sepertinya psikolog). Bapak 1 (kode A), Bapak 2 (kode B), Ibu-ibunya kode C. Berikut percakapan yang masih saya ingat :

A : kamu Mohammad Fadhillah ya (sambil lihat layar laptop dan benerin kaca mata)

C : Silakan Pak, Dia mengambil Universitas Tokyo

A : Ohayou Gozaimasu (Selamat Pagi) , Genki desuka (Apa Kabar ?)

A : Kamu mengambil Univeritas Tokyo dengan jurusan Biosains Akuatik. Nah walaupun kamu mau ke Jepang, tapi kemampuan Bahasa Inggris kamu juga harus mumpuni. Sekarang coba perkenalkan diri dalam bahasa Inggris

A : Coba jelaskan Jurusan yang mau kamu pilih dalam Bahasa Inggris ?

B : Hmm, Kamu bilang Drugs Candidate ? Drugs apa Medicine ? Apa beda keduanya.

A : Kamu masih muda, baru 22 tahun, jika kamu lanjut S2 di Jepang dan kamu dinilai bagus mareka akan ngasih kamu rekomendasi S3 atau hingga Postdoc. Tapi, di Jepang biasanya hasil riset kita/ paten itu tiidak bisa dibawa pulang ke tanah air dan bisa juga diklaim oleh mereka. Bagaimana kamu menyikapi ini ?

A : Penelitian kamu sangat bagus. Jika berkaitan dengan riset ini Saya rekomendasikan untuk ke universitas ini, (salah satu Univ Denmark). Denmark juga bagus dalam bidang Marine Biotechnology untuk wilayah kawasan Scandinavia. Lagipula kamu kan belum punya LoA (letter of Acceptance) di Todai jadi istilahnya belum ada keterikatan. Masih leluasa memilih kampus jika terpilih nanti.

A : Peran dan kegiatan yang kamu lakukan di masyarakat apa ?

B : Penelitian kamu menarik. Siapa pembimbing kamu di IPB ?

B : Apa kamu mengerti yang kamu tuliskan ? Coba jelaskan tentang Antioksidan, Antiinflamasi ?

B : Kamu tahu, jika kamu bisa menemukan senyawa Antiinflamasi ini gunanya untuk apa ? Makanya jangan mau diambil negera lain kalau kamu yang menemukannya

C : Kamu anak ke berapa ? Apakah kakak kamu sudah bekerja ?

C : Apa orang tua kamu mendukung kamu untuk sekolah lagi ?

C : Pernah tidak kamu melakukan kegiatan yang mengaplikasikan ilmu kamu di masyarakat ? Sebutkan ?

C : Setelah sekolah apa rencana kamu ?

Tidak terasa waktu berlalu cepat. Ternyata wawancara itu tidak terlalu “menakutkan”, apalagi jika mengalir seperti di atas. Bapak yang berkode B memang berlatar belakang Dokter Hewan. Untungnya saya masih inget teori tentang penelitian saya jadi amanlah.

Oh ya, ada satu hal lagi yang mau saya ceritakan tentang wawancara kemarin. Jangan terlalu khawatir pertanyaan wawancara karena itu akan mengalir dan sangat tergantung pada respon kita. Cukup kuasai saja yang biasa-biasa ditanyakan pewawancara. Ada kasus yang memilih program S2 Luar Negeri namun tidak linear dari Geologi ke IT. Ini sempat dibahas hebat di wawancara, orangnya cerita sama saya. Hampir semua pertanyaan dimulai dari hal itu dan dibahas hal itu-itu aja, soal kenapa tidak linear. Dia juga sempat bilang, kalo pewawancaranya ngasih “bocoran” bahwa geologi merupakan jurusan TOP 5 yang dibiayai LPDP dan jika kawan saya tadi mengambil geologi lagi maka tak perlu panjang lebar wawancara, kemungkinan besar banget akan direkomendasikan oleh pewawancara. Jadi kelinearan program studi yang kita pilih juga mempengaruhi lho. Tidak harus linear banget sih, tapi minimal masih berhubungan lah.

Hmmm, berarti tinggal menunggu hasil pengumuman saja. Semoga Allah berikan yang terbaik.