The-Innovative-Leader-SDL164972575-1-1c66aPenulis : Paul Sloane

Tahun : 2007

Judul : The Innovative Leader : How to inspire your team and drive creativity

Leading Innovation

  1. Milikilah Visi

Ini hal pertama yang ada di buku tersebut. Bagaimanapun sebuah Inovasi harus memiliki tujuan atau target. Nah, visi lah yang merupakan target tersebut. Visi adalah hal yang senantiasa digaungkan oleh seorang pemimpin kepada timnya agar selalu passionate dalam bekerja. Beberapa Visi atau Misi yang baik seperti : Lego : to Nurture the Child in each of Us atau 3M : To be the most innovative enterprise in the world.

  1. Lawanlah ketakutan untuk berubah

Manusia secara alamiah akan enggan untuk berubah dari suatu kondisi yang mereka anggap nyaman. Paul menyebutkan “Success can be the enemy of Innovation”, namun suatu perusahaan juga dalam bahaya jika mereka diam dalam suatu kondisi. Kita pasti bisa melihat sekeliling kita kan ? Misalnya Yahoo yang dulu Berjaya tergeser oleh Google. Merek HP yang terkenal di awal tahun 2000an seperti Nokia, Motorola kini ditinggal jauh oleh Samsung, Oppo, Huawei dll. Nah, untuk mempersuasi tim amupun rekan kita untuk melawan ketakutan tersebut adala dengan : We are doing well right now but we need to do better atau There is risk in innovating but there is a bigger risk in standing still.

  1. Jadikan sebuah Passion

Jika kita menjadi seorang pemimpin yang menginginkan sebuah inovasi dalam tim kita, jadikan visi tersebut passion kita. Setiap kita berbicara denga tim bawalah semangat untuk menggapai bersama visi tersebut. Harapannnya tim kita akan selalu tertular dan juga bersemangat untuk mencapai tujuan tersebut. Seorang ahli dalam Sales Training, Robin Flinders mengatakan “Never, ever forget that people are more persuade by your convictions than by your arguments”

Problem Analysis

  1. Mendefinisikan kembali Masalah

Ada sebuah meeting untuk membahas bagaimana tim produksi dalam sebuah industri manufaktur bisa meningkatkan produktivitas kerjanya ? Jawabannya pasti sesuatu yang tidak organik dan cendrung tidak aplikatif. Nah, bagaimana jika pertanyaannya diubah menjadi “Agar pekerjaan tim produksi lebih mudah apa yang bisa kita ubah ?” Pertanyaan seperti ini cendrung akan membuat ide-ide orisinil keluar untuk memecahkan masalah tersebut.

 5. Di bisnis apa kita saat ini ?

Ini juga salah satu topik yang keren menurut saya. Seorang pemimpin dari suatu perusahaan harus tahu perusahaannya berada dalam bisnis seperti apa. Mengidentifikasinya mudah dengan menanyakan dan merenungkan pertanyaan di atas. Sebuah CEO Black and Decker berkata “Orang tidak dating ke toko DIY untuk mencari bor yang buatan kita, tapi mereka mencari sesuatu yan bisa melubangi dinding ?”. Ya, tentu saja mereka bisa membeli bor buatan kita namun apakah ada benda lain yang memiliki fungsi yang sama selain bor dan mungkin bisa lebih murah ? jawabannya tentu iya, mungkin saja ada yang lebih murah dan praktis. Nah kata “sesuatu yan bisa melubangi dinding” adalah kata yang tepat untuk tahu sebenarnya bidang bisnis yang kita geluti apa.

Generating Ideas

  1. Membuat sebuah ThinkTank

Perusahaan yang besar biasanya memiliki sebuah kontes ide untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi pada tingkat internalnya. Ide bisa saja berasal dari karyawan paling bawah tidak selalu dari top management oleh karena itu adakan sebuah event agar ide-ide segar bisa muncul dan dievaluasi untuk memecahkan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan.

  1. Mengkombinasikan ide

Dua ide atau lebih dari sisi yang berbeda bisa dikombinasikan walaupun adang terlihat aneh pada awalnya. Beberapa perusahaan ternyata telah melakukan ini misalnya orang menggabungkan troly dan suitcase atau koper jadi koper dengan roda, mengabungkan mesin copy dengan telepon jadilah fax, menggabungkan permainan lego dengan management training seperti yang dilakukan Lego misalnya.

  1. Berhati-hatilah dalam menolak sebuah ide

Jika suatu saat, kita mendapat ide dari tim kita yang terlihat sungguh-sungguh memikirkan tantangan yang sedang dihadapi, maka seberapapun kualitas idenya jangan mudah untuk mementahkannya. Coba teliti kembali ide tersebut, mintalah orang yang memiliki ide mencobanya jika dalam hal kecil. Jika tidak berhasil biarlah dia sendiri yang menarik idenya dan senantiasa beri motivasi untuk mencari ide lain yang lebih baik. Di poin terakhir ini, saya merasa “mengena” sekali karena memang di pekerjaan sehari-hari saya suka memberi ide ke atasan. Jika saat itu juga ditolak atau seakan diremehkan rasanya mengecewakan sekali. Paul Sloane mengistilahkan dengan kata yang tepat, katanya “Creative people are sensitive souls. They care about their ideas. It is essential that they receive proper feedback and know that their idea carefully considered.”