Ceritanya di awal tahun 2019, saya dan Istri merencanakan resolusi untuk mulai memikirkan sesuatu yang punya dampak finansial panjang. Target kami tahun ini kita harus mulai berinvestasi. Semangat banget memang, hehe. Usut punya usut ada beberapa hal yang membuat kami memikirkan hal ini. Selain karena mulai banyak akun instagram ala ala financial advisor gitu, kami juga punya sedikit dana mengendap di tabungan. Eh, tapi kan di akun tabungan juga dapet cuan yang lumayan ? Nah ini perlu dibahas lebih lanjut sepertinya. Alasan lain adalah setelah kami analisis dana mengendap tersebut, meskipun tidak banyak, kondisinya tidak produktif. Setelah niatan bulat untuk investasi, selanjutnya saya mulai bingung dimana saya harus investasi ? Nah di postingan ini saya berniat cerita sedikit pengalaman saya untuk memilih instrumen investasi yang tepat, tentunya tepat untuk tujuan finansial saya. Kalau temen-temen juga punya situasi yang sama mungkin bisa ikut diskusi atau sharing.

Setelah menikah dan pulang dari studi di Jepang, saya dan istri mulai dari nol tapi  Alhamdulillahnya nggak nol banget. Ada dana di tabungan yang saya gunakan sebagian kecil untuk mondar-mandir nyari kerja. Bisa dibilang jadi dana darurat saat itu. Sebagian besar dana tidak terpakai alias mengendap. Nah, waktu ini belum ada kepikiran sama sekali soal investasi, cuma mau nabung aja karena berpikir dananya akan dibutuhkan sewaktu-waktu. Beberapa bulan setelah disimpan di tabungan tersebut, dana saya stagnan bahkan malah berkurang. Memang saya menyepakati dengan pihak Bank untuk bagi hasil tapi ternyata bagi hasilnya hanya cukup untuk menutupi biaya administrasi bulanannya. Di sini saya mulai merasa aneh. Kok bisa ya ? Apakah imbal bagi hasil memang sangat kecil sekali padahal untuk dana yang lumayan besar menurut saya. Sedikit demi sedikit dana terpakai dan imbal bagi hasilnya pun terus merosot sampai akhirnya dana perbulannya berkurang. Wah sepertinya perlu dipikirkan ulang ini mah.

Kenali Tujuan Finansial Kita

Kejadian tersebutlah yang membuat saya dan istri mencari alternatif selain tabungan. Tujuan finansial terdekat kami adalah memiliki rumah dan mulai mempersiapkan biaya untuk sekolah anak. Tentu saja selain itu, ada dana darurat atau emergency fund juga perlu diperkirakan. Berikut besaran dana darurat ideal yang saya ketahui dari beberapa sumber.

Dana Darurat.jpg
Besaran dana darurat berdasarkan status atau tangungan

Setelah dana darurat disisihkan, dana yang tidak terpakai dalam waktu dekat ini mesti diapakankah agar dapat bertumbuh bukan malah berkurang ? Di sini lah pentingnya pengetahuan tentang investasi. Ada beberapa instrumen investasi yang bisa dipilih dan semuanya bisa dipantau dari smartphone kita. Jenis investasi ada yang berupa aktiva fisik misalnya beli properti atau emas, namun bisa juga yang non-fisik seperti saham, reksadana, valuta asing, obligasi bahkan yang kekinian seperti bitcoin dan P2P lending. Kemudahan berinvestasi pun sudah ada dalam genggaman kita misalnya berinvestasi di platform yang menjembatani antara proyek yang sedang memerlukan investasi dan calon investor di apps mereka. Mereka juga menampilkan prakiraan imbal hasil per tahun misalnya pembiayaan ayam petelur di NTB dengan profit 18% p.a (per tahun). Sayangnya mereka mematok harga ‘saham’ yang harus kita beli dengan kontrak tertentu selama beberapa tahun. Ada juga instrumen investasi saham dengan segala kemudahan saat ini. Khusus untuk investasi serius di saham saya merasa ada hal yang perlu dipelajari dulu misalnya bagaimana menilai fundamental dari sebuah perusahaan yang ingin kita miliki sahamnya ?. Bagaimana kondisi keuangan dari laporan keuangan tahunan meraka dsb. Berinvestasi saham juga kini tidak hanya untuk perusahaan yang sudah IPO tapi bisa dilakukan pada perusahaan level UMKM. Selain itu Anda juga bisa berinvestasi di investasi di saham yang terdaftar di BEI (IDX), namun menurut saya tergolong high risk (beresiko tinggi). Instrumen investasi lainnya adalah reksa dana dengan berbagai variannya. Nah, banyak kan instrumen investasi yang bisa dipilih ? tentu biasanya orang akan cendrung memilih sesuai dengan profil resikonya. Kali ini saya akan lebih membahas investasi reksa dana yang saya nilai cocok untuk millenial dengan profil resiko menengah ke bawah seperti saya yaitu Reksa Dana Pasar Uang (Syariah).

Instrumen investasi.jpg
Jenis-jenis instrumen investasi yang ada saat ini

Apa itu Reksa Dana ?

Reksa dana atau mutual funds dapat diartikan sebagai Wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi (IDX 2019). Reksa Dana dianggap sebagai alternatif bagi investor pemula dengan modal kecil karena kita bisa berinvestasi mulai Rp. 10.000,- saja. Apa saja jenis reksa dana yang ada saat ini :

reksa.jpg
Macam-macam Reksa Dana dan profil resikonya

Bagaimana alur investasi dan pengelolaan reksa dana, simak infografik berikut :

 

Mekanisme reksa dana.jpg

Apakah Reksa Dana lebih menguntungkan dari hanya menabung ?

Biar lebih mudah mari saya coba simulasikan dengan contoh kasus. Si A memiliki dana di rekening tabungan sekitar 100 juta rupiah sejak tahun 2017. Profil resiko mereka sedang dan menengah. Kondisi saat ini masih menjadi jobseeker. Skenario pertama, mereka pikir pasti butuh dana yang likuid karena sedang mencari kerja jadi mereka memutuskan untuk menyimpan seluruh dana di salah satu bank syariah dengan bagi hasil tetap 2% p.a dan biaya administrasi Rp 11.000 per bulan. Skenario kedua, pasangan tersebut menyisihkan dana darurat sebesar 20 juta dan sisanya diinvestasikan di instrumen investasi dengan resiko terendah namun likuid (mudah dicairkan). Setelah 2 tahun kemudian bagaimana perbedaannya ?

reksa vs tabungan.jpg
Perbandingan investasi reksa dana Pasar Uang Syariah dan tabungan (2017-2019). Tidak bisa dijadikan patokan untuk masa depan

Nah, berdasarkan simulasi itu terlihat ‘menabung’ di Reksa Dana lebih menguntungkan. Belum lagi kalau ditinjau dari sisi inflasi yang konstan hampir di angka 3.5 % setiap tahunnya (Prediksi inflasi 2019 : 3.41%). Nilai uang Rp 80.000.000 tahun 2017 pada tahun 2019 akan sama dengan Rp. 85.482.394. Artinya jika lebih kecil dari itu maka nilai uang kita berkurang walaupun secara nominal bertambah. Sadis kan ?. Belumlagi jika melihat data, inflasi kita pernah sampai 11.9% lho. Ngeri banget. Oleh karena itu berinvestasi bukan hanya mendapatkan untung tapi juga menjaga nilai uang kita agar tidak berkurang. Sadar kan ? setiap waktu harga yang kita beli semakin naik ? Inflasi akan susah dihindari karena biasanya inflasi yang terkontrol dibutuhkan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi negara.  Memang setiap investasi ada resiko, namun Anda bisa memilih resiko yang paling kecil dari instrumen investasi yang ada bukan ?

Inflasi.jpg
Pengaruh inflasi terhadap nilai uang

Di mana bisa mulai menjadi Investor Reksa Dana ?

Saat ini sudah banyak agen penjual reksa dana (APERD) yang memiliki izin dari OJK, salah satunya adalah AJAIB.  Calon investor bisa mengunduh aplikasi AJAIB ke smartphone mereka kemudian melakukan registrasi akun dan mulai berinvestasi. Selain menjual Reksa Dana, di aplikasi AJAIB kita juga bisa mengasah pemahaman tentang investasi Rekda Dana karena disediakan berbagai resources seperti artikel bahkan forum layaknya Kaskus. Aplikasi ini juga user-friendly misalnya untuk kalkulasi prospek keuntungan dengan nominal bulanan. Tanpa menginput kita bisa tinggal klik saja misalkan dana bulanan yang akan kita investasikan misalnya 1 juta atau 3 juta, secara otomatis akan terkalkulasi prospek return yang didasarkan dari data masa lalu.

ajaib2.jpg
Mulai investasi reksa dana bisa di AJAIB lho !

Langkah-langkah berinvestasi Reksa Dana di AJAIB :

  1. Unduh Aplikasi AJAIB di Playstore atau Appstore
  2. Daftar akun memasukkan No. HP, Email (aktif), password dan kode referal (jika ada). (No. HP dibutuhkan oleh AJAIB untuk mengirimkan OTP) d
  3. Verifikasi nomor HP dengan kode OTP yang dikirimkan dan verifikasi E-mail
  4. Isi data diri termasuk gaya investasi, rentang penghasilan dll, serta foto selfie eh foto KTP maksudnya
  5. Lanjut, Isi alamat surat menyurat dan juga Isi identitas rekening Bank. (Nama Akun dan nama pemilik Bank harus sama). Rekening Bank dibutuhkan untuk melakukan pembelian dan juga menerima hasil penjualan reksa dana nantinya
  6. Tunggu verifikasi, sabar ya ini butuh waktu.
  7. Pendaftaran selesai !
  8. Pilih reksa dana yang kalian inginkan, sebelumnya kita bisa cek info-info reksa dana tersebut misalnya, Harga per unitnya (NAB), siapa Manager Investasi-nya, Bank kustodian, portofolio reksa dana-nya, performance-nya di bulan atau tahun sebelumnya, dan kita juga bisa simulasi dengan kalkulator untuk melihat return investasi jika kita menabung bulanan rutin dalam jumlah tertentu.
  9. Jika kalian sudah memutuskan untuk membeli jenis reksa dana tertentu, tinggal transfer ke rekening bank Kustodian-nya kemudian setelah beberapa waktu kita akan menerima email konfirmasi dari bank kustodian terkait pembelian kita.
  10. Kita bisa mengupdate kinerja reksa dana pilihan kita di app AJAIB setiap harinya.
  11. Selesai
Capture.PNG
Konfirmasi pembelian Reksa Dana dari Bank Kustodian (via E-mail)

Tapi gaes, sebagai milenials yang baik dan kritis tetap selalu waspada dengan bentuk penipuan dan pelanggaran ya. Ada 11 hal yang dilarang bagi wakil Agen penjual reksa dana lho ! Karena kepanjangan kalau dimasukkan ke sini jadi sila, langsung cek ke tautan ini ya.

Penutup

Investing is not only about mindset but also literacy and knowledge.  Bagi saya untuk memulai investasi itu bukan hanya soal mengubah pola pikir namun juga butuh pemahaman dan pengetahuan. Tren untuk beralih dari mindset menabung ke investasi sedang tinggi akhir-akhir ini ditambah dengan kemudahan dari sisi instrumen investasi yang beragam dan juga administrasi yang semakin praktis. Hanya hitungan klik kita bisa mulai jadi investor lho. Trik investasi untuk milenials adalah dengan mulailah dengan menentukan tujuan finansial Anda dan tentukan di mana Anda akan mulai berinvestasi di instrumen investasi sesuai kondisi keuangan dan profil resiko Anda.  Trik lain ? Sebenernya nggak ada trik-trikan AJAIB, hehe, tapi kalau setelah baca artikel ini Anda tidak juga terpikir untuk investasi maka itu AJAIB sih haha.

Jika Anda dan saya punya kemiripan, mungkin berinvestasi Reksa Dana salah satunya di AJAIB bisa jadi pilihan yang pas. Karena dalam investasi kita akan menghadapi hal yang dinamis dan beresiko, kita juga harus membekali diri dengan pengetahuan mumpuni. Terus update dan belajar adalah kuncinya. Sekian semoga bermanfaat.

Ditunggu komentar dan sharing ilmunya. (Artikel ini dilombakan pada https://ajaib.co.id/ajaib-blog-competition-muda-berinvestasi/)

kode referal.jpg